Doa Kelapangan hati

Doa Kelapangan hati رَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي وَيَسِّرْ لِي أَمْرِي وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِنْ لِسَانِي يَفْقَهُوا قَوْلِي Rabbi ishrah lii sadrii Wayassir lii amrii Waohlul AAuqdatan min lisanii Yafqahuu qawlii Ya Tuhan, lapangkanlah dadaku, mudahkanlah segala urusanku, dan lepaskanlah kekakuan lidahku, agar mereka mengerti perkataanku QS. Thaha 25-28 Penjelasan: Dikisahkan dalam Al-Qur’an bahwa ayat ini adalah doa yang pernah dibaca oleh Nabi Musa AS. ketika mendapat perintah dari Allah SWT. agar menyampaikan risalah kepada Fir’aun. Dia memohon dan meminta agar dadanya dilapangkan dalam menunaikan tugas risalah yang dibebankan kepadanya. Doa ini juga sering dibaca oleh para mubaligh agar mendapatkan kelancaran, kemudahan dalam berdakwah.

Doa Diringankan Beban

Doa Diringankan Beban رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذْنَآ إِن نَّسِينَآ أَوْ أَخْطَأْنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تَحْمِلْ عَلَيْنَآ إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُۥ عَلَى ٱلَّذِينَ مِن قَبْلِنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلْنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهِۦ ۖ وَٱعْفُ عَنَّا وَٱغْفِرْ لَنَا وَٱرْحَمْنَآ ۚ أَنتَ مَوْلَىٰنَا فَٱنصُرْنَا عَلَى ٱلْقَوْمِ ٱلْكَٰفِرِينَ Rabbanaa laa tu-aakhidznaa in nasiinaa aw akhtha/naa rabbanaa walaa tahmil ‘alaynaa ishran kamaa hamaltahu ‘alaalladziina min qablinaa rabbanaa walaa tuhammilnaa maa laa thaaqata lanaa bihi wa’fu ‘annaa waghfir lanaa warhamnaa anta mawlaanaa fanshurnaa ‘alaa lqawmi lkaafiriin Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau melakukan kesalahan. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebani kami dengan beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tidak sanggup kami memikulnya. Maafkanlah kami, ampunilah kami, dan rahmatilah kami. Engkaulah pelindung kami, maka tolonglah kami menghadapi orang-orang kafir. QS. Al-Baqarah 286 Penjelasan: Dalam ayat ini dijelaskan bahwa Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebaikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya.

Doa Diberi Pemimpin Agama

Doa Diberi Pemimpin Agama رَبَّنَا وَٱبْعَثْ فِيهِمْ رَسُولًا مِّنْهُمْ يَتْلُوا۟ عَلَيْهِمْ ءَايَٰتِكَ وَيُعَلِّمُهُمُ ٱلْكِتَٰبَ وَٱلْحِكْمَةَ وَيُزَكِّيهِمْ ۚ إِنَّكَ أَنتَ ٱلْعَزِيزُ ٱلْحَكِيمُ Rabbanaa wab’as fihim rasuulam minhum yatluu ‘alaihim aayaatika wa yu’allimuhumul kitaaba wal hikmata wa yuzakkihim, innaka antal ‘azizul hakim(u) Ya Tuhan kami, utuslah kepada mereka seorang Rasul dari kalangan mereka yang akan membacakan ayat-ayat-Mu, dan mengajarkan kepada mereka Al-Quran dan hikmah serta menyucikan mereka. Sungguh Engkaulah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana QS. Al-Baqarah 129 Penjelasan: Dalam Al-Qur’an dijelaskan, Nabi Ibrahim a.s. dan Nabi Isma’il a.s. memohon kepada Allah SWT kiranya Allah SWT berkenan mengutus seorang rasul dari kalangan umatnya kelak. Rasul yang diutus Allah SWT itu kelak akan membacakan kepada umatnya ayat-ayat Allah SWT dan juga untuk mengajarkan al-Kitab dan al-Sunnah. Rasul yang diutus itu kelak juga berperan untuk mensucikan mereka dalam pengertian membersihkan mereka dari hal-hal yang salah. Seorang hamba Allah SWT tidak pantas baginya memaksakan kehendaknya kepada Allah SWT Dan itulah yang dilakukan oleh Nabi Ibrahim AS dan Nabi Isma’il AS. Beliau berdua memohon sesuatu kepada Allah SWT namun menyerahkan sepenuhnya keputusannya kepada Allah SWT karena ”Sesungguhnya Engkaulah yang Maha Kuasa lagi Maha Bijaksana.”Kuasa dalam mengabulkan permohonan hamba-hamba-Nya dan kuasa menentukan siapa saja yang dikehendaki-Nya untuk dipilih menjadi rasul sebagaimana diinginkan oleh Nabi Ibrahim a.s. dan Nabi Isma’il a.s. Dan sekaligus pengakuan bahwa apa pun yang dikehendaki Allah SWT maka kehendak Allah SWT itu adalah berdasarkan kepada kebijaksanaan-Nya. Dan rasul yang dikehendaki Nabi Ibrahim a.s. dan Nabi Isma’il a.s. itu kemudian terwujud dalam diri seorang Rasul akhir zaman dan sekaligus penutup para nabi dan rasul Allah SWT yaitu Nabi Muhammad SAW.

Doa Curahan Rizqi

Doa Curahan Rizqi رَبَّنَآ أَنزِلْ عَلَيْنَا مَآئِدَةً مِّنَ ٱلسَّمَآءِ تَكُونُ لَنَا عِيدًا لِّأَوَّلِنَا وَءَاخِرِنَا وَءَايَةً مِّنكَ ۖ وَٱرْزُقْنَا وَأَنتَ خَيْرُ ٱلرَّٰزِقِينَ Rabbanaa anzil ‘alainaa maa’idatam minas samaa’i takuunu lanaa’idal li’awwalinaa wa aakhirinaa wa aayatam minka warzuqnaa wa anta khairur raaziqin(a) Ya Allah Tuhan kami, turunkanlah kepada kami hidangan dari langit (yang hari turunnya) akan menjadi hari raya bagi kami, yaitu bagi orang-orang yang bersama kami ataupun yang datang sesudah kami, dan menjadi tanda bagi kekuasaan Engkau, berilah kami rezeki, dan Engkaulah sebaik-baik pemberi rezeki QS. Al-Ma’idah 114 Penjelasan: Dalam Al-Qur’an dijelaskan, bahwa Nabi lsa berdo’a memohon diturunkannya hidangan dari langit itu atas permintaan kaumnya yang masih ragu atas kerasulan beliau. Dan menurut keterangan ahli tafsir, sebelum Nabi Isa berdo’a dengan do’a di atas, beliau terlebih dahulu mengerjakan sholat dua raka’at, menundukkan kepala sambil menangis lalu berdo’a. Dan Allah pun mengabulkan do’a beliau, sehingga dalam waktu singkat hidangan dari langit itupun di datangkan, dan mereka makan bersama-sama

Doa Bertawakkal Kepada Allah

Doa Bertawakkal Kepada Allah رَّبَّنَا عَلَيْكَ تَوَكَّلْنَا وَإِلَيْكَ أَنَبْنَا وَإِلَيْكَ ٱلْمَصِيرُ رَبَّنَا لَا تَجْعَلْنَا فِتْنَةً لِّلَّذِينَ كَفَرُوا۟ وَٱغْفِرْ لَنَا رَبَّنَآ ۖ إِنَّكَ أَنتَ ٱلْعَزِيزُ ٱلْحَكِيمُ Rabbanaa alaika tawak kalnaa wa ilaika anabnaa wa ilaikal masir Rab banaa laa tajalnaa fitnatal lazina kafaruu wagfirlanaa rab banaa in naka antal azizul hakim Ya Tuhan kami, hanya kepada Engkaulah kami bertawakal, hanya kepada Engkaulah kami bertaubat, dan hanya kepada Engkaulah kami kembali. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan kami sasaran fitnah bagi orang-orang kafir. Ya Tuhan kami, ampunilah dosa-dosa kami. Sungguh hanya Engkau Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana QS. Al-Mumtahanah 4-5 Penjelasan: Doa berikut ini menjelaskan bahwa kita sebagai umat manusia ciptaanNya sudah selayaknya dalam menghadapi segala hal senantiasa bersandar, berserah diri dan memohon pertolongan kepada Allah Ta’ala semata sebab, hanya Allah Maha Mengetahui, Maha Kuat dan Maha Bijaksana dan Maha Sempurna. Allah mengetahui apa yang terbaik dan terburuk bagi kita. Allah bijaksana dalam mendidik, merawat dan memenuhi semua keperluan hidup kita, hal ini pula yang dilakukan oleh Nabi Ibrahim dan kaum-kaumnya yang beriman. Sehingga Allah menyebutnya Ibrahim dan kaumnya sebagai teladan yang baik bagi kita

Doa Berserah Diri

Doa Berserah Diri رَبَّنَا وَٱجْعَلْنَا مُسْلِمَيْنِ لَكَ وَمِن ذُرِّيَّتِنَآ أُمَّةً مُّسْلِمَةً لَّكَ وَأَرِنَا مَنَاسِكَنَا وَتُبْ عَلَيْنَآ ۖ إِنَّكَ أَنتَ ٱلتَّوَّابُ ٱلرَّحِيمُ Rabbanaa waj’alnaa muslimaini laka wa min zurriyyatinaa ummatam muslimatal laka, wa arinaa manaasikanaa wa tub ‘alainaa, innaka antat tawwaabur rahimu Ya Tuhan, jadikanlah kami berdua orang yang tunduk patuh kepada-Mu, dan jadikanlah pula anak turunan kami umat yang tunduk patuh kepada-Mu. Tunjukkanlah kepada kami cara-cara dan tempat-tempat ibadah haji kami, serta terimalah taubat kami. Sungguh Engkau Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang QS. Al-Baqarah 128 Penjelasan”:”Dalam Al-Quran dijelaskan doa ini di baca oleh orang-orang muslim yang tulus setelah selesai melaksanakan ibadah haji. Dalam tafsir Ibnu Katsir dijelaskan doa ini mengandung seluruh kebaikan di dunia dan akhirat serta menghindarkan dari segala kejelekan. Oleh karena baik sekali doa ini dibaca pada setiap kesempatan.

Doa Anugerah Keamanan Negeri

Doa Anugerah Keamanan Negeri رَبِّ ٱجْعَلْ هَٰذَا بَلَدًا ءَامِنًا وَٱرْزُقْ أَهْلَهُۥ مِنَ ٱلثَّمَرَٰتِ مَنْ ءَامَنَ مِنْهُم بِٱللَّهِ وَٱلْيَوْمِ ٱلْءَاخِرِ ۖ قَالَ وَمَن كَفَرَ فَأُمَتِّعُهُۥ قَلِيلًا ثُمَّ أَضْطَرُّهُۥٓ إِلَىٰ عَذَابِ ٱلنَّارِ ۖ وَبِئْسَ ٱلْمَصِير Rabbi ij’al haadzaa baladan aaminan waurzuq ahlahu mina altstsamaraati man aamana minhum biallaahi waalyawmi al-aakhiri qaala waman kafara faumatti’uhu qaliilan tsumma adtharruhu ilaa ‘adzaabi alnnaari wabi/sa almashiiru Ya Tuhanku, jadikanlah negeri ini, negeri yang aman sentosa, dan berikanlah rezki dari buah-buahan kepada penduduknya yang beriman diantara mereka kepada Allah dan hari kemudian QS. Al-Baqarah 126 Penjelasan”:”Doa dikala Nabi Ibrahim a.s meminta kepada Allah SWT agar Mekah menjadi kota yang aman, damai dan diberikan pula rizki yang berlimpah kepada penduduk-nya.

Doa Ampunan bagi Keluarga

Doa Ampunan bagi Keluarga رَبَّنَا ٱغْفِرْ لِى وَلِوَٰلِدَىَّ وَلِلْمُؤْمِنِينَ يَوْمَ يَقُومُ ٱلْحِسَابُ Rabbanaa ighfir lii waliwaalidayya walilmu’ miniina yawma yaquumu alhisaabu Ya Tuhan kami, beri ampunlah aku dan kedua ibu bapaku dan sekalian orang-orang mu’min pada hari terjadinya hisab (hari kiamat) QS. Ibrahim 41 Penjelasan”:”Ayat ini merupakan doa yang baik sekali dibaca dalam berbagai waktu dan kesempatan, agar diri kita dan seluruh keluarga serta keturunan kita senantiasa taat dan rajin beribadah kepada Allah SWT., khususnya ibadah shalat wajib

Doa Agar Terlepas Dari Kesulitan

Doa Agar Terlepas Dari Kesulitan لَّآ إِلَٰهَ إِلَّآ أَنتَ سُبْحَٰنَكَ إِنِّى كُنتُ مِنَ ٱلظَّٰلِمِينَ Laa ilaaha illaa anta subhaanaka innii kuntu mina alzhzhaalimiina Tidak ada Tuhan selain Engkau. Maha Suci Engkau, sungguh aku adalah termasuk orang-orang yang zhalim QS. Al-Anbiya 87 Penjelasan”:”Seperti tertuangan dalam Al-Quran surat Al-Anbiya ayat 87-88 yang berkisah tentang Nabi Yunus yang pernah membaca doa ini sebagai bentuk penyesalan atas kelancangannya meninggalkan dakwah. Ia merasa berat menghadapi kaumnya yang membangkang, hingga kemudian ia tinggalkan. Maka dia berdoa dalam keadaan yang sangat gelap \”Tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Engkau. Mahasuci Engkau. Sungguh, aku termasuk orang-orang yang zalim”. Maka Kami kabulkan doanya dan Kami selamatkan dia dari kedukaan. Dan demikianlah Kami menyelamatkan orang-orang yang beriman. Doa ini hendaknya agar dibaca pada setiap waktu dan kesempatan, agar dihindarkan dari rasa frustasi dalam menghadapi perjuangan hidup dan senantiasa agar diberikan kemudahan dalam menjalakan segala ujian dari Allah SWT.

Doa Agar Kesempurnaan Cahaya

Doa Agar Kesempurnaan Cahaya رَبَّنَآ أَتْمِمْ لَنَا نُورَنَا وَٱغْفِرْ لَنَآ ۖ إِنَّكَ عَلَىٰ كُلِّ شَىْءٍ قَدِيرٌ Rab banaa atmim lanaa nuu ranaa wagfir lanaa in naka alaa kul li sai in qadir Ya Tuhan kami, sempurnakanlah bagi kami cahaya kami dan ampunilah dosa-dosa kami. Sungguh Engkau Maha Kuasa alas segala sesuatu QS. At-Tahrim 8 Penjelasan: Do’a yang bermanfaat ini datang di dalam Al-Qur’an yang konteksnya berkaitan dengan do’anya orang-orang mukmin pada saat hari kiamat tiba, maka orang-orang mukmin berjalan pada hari kiamat dengan cahaya keimanan mereka dan mereka merasakan kenikmatan disertai ketenangan dan santai, kemudian mereka pun merasakan juga kekhawatiran tatkala cahaya yang dimiliki orang-orang munafik padam. Akhirnya mereka pun memohon kepada Allah Ta’ala agar Dia berkenan menyempurnakan cahaya mereka, dan Allah pun memperkenankan do’a mereka. Allah pun terus menambahkan bagi mereka (orang-orang mukmin) cahaya dan keyakinan yang mengantarkan mereka menuju surga yang penuh dengan kenikmatan di sisi Allah SWT Yang Maha Pemurah

Buat situs web Anda di WordPress.com
Mulai